Tags

Ketika ku duduk di ruangan itu…

Kau berdiri tersenyum memandangku dari luar sana di sudut pintu.

Hey, masuklah! bukankah ini juga kelasmu?

Sini duduk bersamaku seperti biasa…

Kita bisa bermain alien… “to life immortal” kau ingat??? atau kau mengajariku lagu-lagu rock.. White lion, Fire House… atau kita bernyayi lagu Kangen-Dewa… atau mungkin… kau mau meminjamkan aku kaset-kaset barumu???

Tenanglah Nas,,, aku tidak akan mengolok-olokmu seperti yang dilakukan teman-teman…

Aku juga tidak akan menertawaimu ketika kau jatuh dari sepeda

Jangan khawatir Nas, aku akan menjadi teman baikmu di sekolah barumu ini

Kita bisa bertaruh nilai bersama Rangga… aku yakin, nilai-nilaiku pasti lebih tinggi darimu… tapi Rangga pasti lebih tinggi nilainya dari kita hahaha…

Tapi… mengapa kau hanya tersenyum di luar sana? Aku tau itu adalah senyum khas ceriamu

Dan kau terlihat sangat bahagia di luar sana,

Masuklah Nas… aku tunggu…

Tapi mengapa kamu hanya diam saja?

Nas?

Seketika suasana itu berganti…

Udara sejuk menyelimutiku,

dan suara detik jarum jam membuatku tersadar dari mimpiku…

Kini ku tahu… aku tidak bisa memaksamu untuk masuk kedalam kelas duduk bersamaku

dan aku tahu, kau hendak berpamitan padaku saat kau harus menghadapNya, Illahi Robbi sang Pemilik alam semesta.

Kini, sudah 20 tahun kau meninggalkan dunia

Namun kenangan bersamamu takkan pernah bisa ku lupa

Saat kita bersama di bangku sekolah.

Hanya doa yang kini bisa ku persembahkan untukmu atas semua kebaikanmu. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang terindah untukmu…

Alfatihah…

a tribute to: Yanas Muhammad Zulfikar Nur

semoga kau tenang di sisi Nya. Aamiin Yaa Robbal Alamiin…

Advertisements